Aku sudah menulis ratusan sajak cinta.
Tentu, semuanya bukan untuk dia yang tak ada.
Besar kemungkinan, dia enggan membacanya.
Tentu, semuanya bukan untuk dia yang tak ada.
Besar kemungkinan, dia enggan membacanya.
Ah, tak mengapa.
Aku sudah terlampau sering, menulis apa pun untuk diriku saja.
Aku sudah terlampau sering, menulis apa pun untuk diriku saja.
Aku terbiasa menyebut namanya dalam setiap doa-doa.
Sujudku pun selalu tak pernah alpa,
meminta pada Tuhan agar dia selalu bahagia.
Aku tahu, dia tak akan tahu.
Tak mengapa.
Karena ketulusan
tak pernah berhenti berusaha.
Sujudku pun selalu tak pernah alpa,
meminta pada Tuhan agar dia selalu bahagia.
Aku tahu, dia tak akan tahu.
Tak mengapa.
Karena ketulusan
tak pernah berhenti berusaha.
Aku tak pernah bisa,
tidak memperhatikan kegiatan sehari-harinya.
Walau setelah itu, aku menyadari sesuatu.
Tak pernah secuit pun ada aku,
dalam ingatan kecilmu.
tidak memperhatikan kegiatan sehari-harinya.
Walau setelah itu, aku menyadari sesuatu.
Tak pernah secuit pun ada aku,
dalam ingatan kecilmu.
Dan tentang hal ini,
aku merasa baik-baik saja.
Tak mengapa.
aku merasa baik-baik saja.
Tak mengapa.
Terkadang cinta yang terlampau besar,
mampu membuatmu berlaku tidak wajar.
Maka kupikir, aku hanya perlu memaafkannya,
mampu membuatmu berlaku tidak wajar.
Maka kupikir, aku hanya perlu memaafkannya,
dia, yang telah membuatku merasakan cinta yang demikian besarnya.
- TSP
No comments:
Post a Comment