Laki-laki itu.

Laki-laki itu masih belum sadar,
aku masih di sini, melihatnya dari kejauhan,
yang bila mana matanya bertemu mataku,
itu bagiku adalah keajaiban.

Laki-laki itu masih belum sadar,
senyumku ini manis sekali saat dia menyapa,
sepertinya saat mendengar suaranya,
ada bunga yang tumbuh mekar dalam dada.

Laki-laki itu masih lagi belum sadar,
tentang aku yang sentiasa menanti,
menanti sesuatu yang lebih,
lebih dari sekadar pandangan mata
dan suaranya untuk menemani hatiku ini..

lamarannya.