Amaran.

Berhati-hatilah dengan ku, Tuan. 
Aku akan begitu manis denganmu,
mungkin saja hingga tanpa sadar,
hatimu sudah pun jatuh terlalu jauh.

Berhati-hatilah dengan ku, Tuan.
Aku mungkin saja terlihat polos,
hingga semudahnya bakal kau percaya,
setiap baris kata yang aku ucapkan.

Dan lagi, 
berhati-hatilah dengan ku, Tuan.
Aku mungkin saja membuat patah hatimu,
hingga mata laki-laki mu itu,
mengalir darah kecewa, 
dari sakit ditinggalkanku.



(Namun, Tuan, andai sanggup kau terima setiap satu darinya, mungkin saja aku ini 
akan jadi milik kamu selamanya.)



*senyum nakal*

No comments: